PENGALAMAN TRAUMATIS DAN MAKNA SPRITUAL PENYINTAS TSU-NAMI 2018: Studi Kasus di Desa Banyuasih

Authors

  • Ratu Emillyan Universitas Bina Bangsa, Banten, Indonesia
  • Andini Wirawan Universitas Bina Bangsa, Banten, Indonesia
  • Wulandari Universitas Bina Bangsa, Banten, Indonesia
  • Galuh Mulyawan Universitas Bina Bangsa, Banten, Indonesia

Keywords:

trauma bencana,, makna spiritual,, posttraumatic growth,, konseling holistik,, penyintas tsunami

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman traumatis dan makna spiritual yang dialami oleh penyintas tsunami 2018 di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik terhadap satu penyintas yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, dokumentasi, dan observasi nonpartisipan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyintas mengalami trauma psikologis mendalam meskipun tidak ada luka fisik atau kehilangan keluarga. Pengalaman traumatis ditandai oleh kecemasan, gangguan tidur, dan ketakutan akan bencana susulan. Namun, makna spiritual muncul sebagai mekanisme coping utama, seperti doa, dzikir, dan keyakinan pada takdir Ilahi yang membantu mengurangi tekanan psikologis. Penelitian ini juga mengungkap indikasi terjadinya posttraumatic growth (PTG), di mana penyintas mengalami peningkatan makna hidup, spiritualitas, dan kualitas hubungan sosial pascabencana. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pendekatan kognitif, behavioristik, dan spiritual dalam layanan bimbingan dan konseling memiliki efektivitas tinggi dalam membantu pemulihan psikologis penyintas. Implikasi praktisnya mengarah pada pentingnya pelatihan guru BK dan penyedia layanan konseling untuk mengakomodasi pendekatan holistik yang sesuai dengan konteks budaya dan religius masyarakat terdampak bencana.

References

Adams, W. (2018). Conducting semi-structured interviews. https://doi.org/10.1002/9781119171386.ch19

Aryuni, M. (2023). Post-traumatic stress disor-der pada penyintas. Jurnal Konseling dan Psikologi, 10(1), 113–131.

Braun, V., & Clarke, V. (2014). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Re-search in Psychology, 3(2), 77–101. https: //doi.org/10.1191/1478088706qp063oa (Catatan: tahun sebenarnya publikasi artikel asli ini adalah 2006, bukan 2014)

Buabeng, I., & Amo-Darko, B. (2024). Bridging the gap: Enhancing equitable access to quality education for marginalized communities in Ghana. American Journal of Educational Research, 12(11), 427–438. https://doi. org/10.12691/education-12-11-3

Dewi, P. M., & SH, M. H. (2025). Metode pene-litian kualitatif. Metode Penelitian Kuali-tatif, 101.

Diwyarthi, N. D. M. S., Pasaribu, W., Maq, M. M., Pdi, S., Mulyani, D., Keb, S. T., Siswatibudi, H., Perang, B., Marissa, A., & Iswahyudi, M. S. (2025). Pengantar konseling kese-hatan mental. Cendikia Mulia Mandiri.

Elrica, N. E., & Studi, P. (2024). Pengaruh dua-kungan psikososial oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terhadap resiliensi. Jurnal Ilmiah Kesejah-teraan Sosial, 5(1), 45–59. (Keterangan jurnal perlu diperjelas jika tersedia)

Kecemasan, M., & Ketakutan, D. A. N. (2022). Penguatan peran psikososial dalam me-respons kecemasan dan ketakutan pasca-bencana. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 3(2), 37–43.

Lubis, R. H. (2019). Spiritualitas bencana: Kon-teks pengetahuan lokal dalam penang-gulangan bencana. Pustaka Kaji.

Ramayani, S., Saprila, D., Maltin, S. A., Dwijaya, S., & Rambey, S. A. (2024). Literature review: Pelaksanaan layanan konseling trauma bagi korban bencana alam di Indonesia. Inter-national Seminar of Islamic Counseling and Education Series, 1(1), 198–208.

Rimayati, E., & Artikel, I. (2019). Intervensi konseling dalam meningkatkan resiliensi korban bencana. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 8(1), 23–34.

Salawali, S. H., Susanti, H., Helena, N., Daulima, C., Putri, A. F., & Nursing, F. (2020). Coping strategies of survivors of tsunami and liquefaction in Palu, Indonesia: A pheno-menological study. Psychiatric Rehabilita-tion Journal, 12, Article 8699. https://doi. org/10.4081/pr.2020.8699

Schwandt, T. A. (2015). Constructivist, interpre-tivist approaches to human inquiry. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The SAGE handbook of qualitative research (4th ed.). SAGE.

Tarumingkeng, R. C. (2024). Prosedur penelitian. Pustaka Ilmu.

Yeomans, R. (2019). Paramoudra: Observations on large flint structures from the Chalk (Upper Cretaceous) and flint formation. Proceedings of the Yorkshire Geological Society, 62(1), 35–49. https://doi.org/10. 1144/pygs2017-005.

Published

13-07-2025

How to Cite

Emillyan, R., Wirawan, A., Wulandari, & Mulyawan, G. (2025). PENGALAMAN TRAUMATIS DAN MAKNA SPRITUAL PENYINTAS TSU-NAMI 2018: Studi Kasus di Desa Banyuasih. Konselindo: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 1(1), 19–26. Retrieved from https://jurnal.hastakriya.org/index.php/konselindo/article/view/57