RAGAM TUTUR PENUTUR BAHASA ACEH SEBAGAI BAHASA KEDUA DI KECAMATAN BAITUSSALAM

Authors

  • Abdul Ghafur Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Syiah Kuala, Aceh, Indonesia
  • Teuku Alamsyah Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Syiah Kuala, Aceh, Indonesia
  • Razali Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Syiah Kuala, Aceh, Indonesia
  • Rostina Taib Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Syiah Kuala, Aceh, Indonesia

Keywords:

speech variety, Acehnese language, second language, language acquisition

Abstract

This study aims to describe the speech varieties of Acehnese speakers who use Acehnese as a second language in Baitussalam District. The study employs a qualitative method, with data collected through participant observation. The data sources are members of the community whose mother tongue or first language is not Acehnese. Data were collected in the Baitussalam District area, Aceh Besar. Data analysis followed several stages, including data selection, classification, and description of speech variation based on relevant theoretical frameworks. The findings reveal twenty instances of distinctive Acehnese speech varieties produced by second-language speakers. These varieties show significant differences from those of native Acehnese speakers, particularly in pronunciation, vocabulary, and intonation. The study concludes that these distinctive speech characteristics are strongly influenced by the length of Acehnese language acquisition and the frequency of its use in daily social interactions.

References

Alamsyah, T. (2009). Pemerolehan bahasa kedua. Universitas Syiah Kuala.

Alamsyah, T., dkk. (2011). Pemilihan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama anak dalam keluarga masyarakat Aceh penutur bahasa Aceh di Nanggroe Aceh Darussalam. Jurnal Pendidikan Bahasa Melayu.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Asriani, & Erfinawati. (2017). Analisis makna dalam bahasa Aceh dialek Aceh Besar. Universitas Serambi Mekkah.

Chaer, A. (2009). Pengantar semantik bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.

Chaer, A. (2016). Linguistik umum. Rineka Cipta.

Chariri, A. (2009). Landasan filsafat dan metode penelitian kualitatif. Makalah pada Workshop Metodologi Penelitian Kualitatif, Laboratorium Pengembangan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Semarang, 31 Juli–1 Agustus.

Daud, B., & Durie, M. (1999). Kamus basa Aceh = Kamus bahasa Aceh = Acehnese–Indonesian–English thesaurus. National Library of Australia.

Daud, M. (2016). Ragam tuturan bahasa Aceh. Pusat Bahasa Aceh.

Dwitasari, P., dkk. (2020). Penggunaan metode observasi partisipan untuk mengidentifikasi permasalahan operasional Suroboyo Bus rute Merr–ITS. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Ghofur. (2013). Analisis ragam tuturan para pelaku pasar Kabupaten Pamekasan (studi sosiolinguistik penggunaan variansi sapaan). Jurnal Nuansa, 10, 260–282.

Harras, K. A., & Bachari, A. D. (2009). Dasar-dasar psikolinguistik. UPI Press.

Hasan. (2018). Psikolinguistik: Urgensi dan manfaatnya pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Jurnal Al Mi’yar, 1(1).

Herisetyanti, T., Suharyati, H., & Rejeki, S. (2019). Ragam bahasa dalam komponen tutur. Wahana: Media Bahasa, Sastra, dan Budaya, 25(2), 1–15.

Ibrahim. (1993). Kajian tindak tutur. Usaha Nasional.

Indrawati, S., & Oktarina, S. (2020). Pemerolehan bahasa anak TK: Sebuah kajian fungsi bahasa. Lingua, 7(1), 21.

Ismawirna, dkk. (2020). Kata sapaan bahasa Aceh dialek Aceh Besar. Universitas Malikussaleh.

Jumanto, J. (2019). Constructing a children-friendly language within in-family interaction context. Alphabet, 2(2), 65–74. https://doi.org/10.21776/ub.alphabet.2019.02.02.02

Karmila, M., & Purwadi. (2019). Pembelajaran bahasa untuk anak usia dini.

Kholidah, U., & Haryadi. (2017). Wujud pilihan kode tutur mahasiswa Aceh pada ranah pergaulan di Semarang. Jurnal Seloka, 6(2), 208–217.

Kridalaksana, H. (2001). Kamus linguistik. Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, H. (2017). Kamus linguistik. Gramedia Pustaka Utama.

Kushartanti. (2005). Pesona bahasa: Langkah awal memahami linguistik. Gramedia Pustaka Utama.

Nuryani. (2013). Psikolinguistik. Mazhab Ciputat.

Nuryanto. (2015). Menurunnya penutur bahasa Indonesia sebagai lingua franca.

Purnomo, H. (2015). Intervensi psikologis pada pemerolehan bahasa anak. UMY.

Rahardi, K. (2007). Ihwal ragam tutur dan kesantunan. Dioma.

Rahma, S. (2020). Penuturan bahasa Aceh di kalangan masyarakat Sibreh Kecamatan Sukamakmur. UIN Ar-Raniry.

Rokhman, F. (2011). Sosiolinguistik. Graha Ilmu.

Simanjuntak, M. (1987). Pengantar psikolinguistik moden. Dewan Bahasa dan Pustaka.

Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Sanata Dharma University Press.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suminar, R. P. (2016). Pengaruh bahasa gaul terhadap penggunaan bahasa Indonesia mahasiswa Unswagati. Jurnal Logika, 18(3), 116.

Sundoro, B. T., Suwandi, S., & Setiawan, B. (2018). Campur kode bahasa Jawa Banyumasan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah kejuruan. Retorika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 11(2), 129–139.

Walidin, W., Saifullah, & Tabrani. (2015). Metodologi penelitian kualitatif dan grounded theory. FTK Ar-Raniry Press.

Waridah. (2018). Ragam bahasa jurnalistik. Universitas Medan Area.

Wiratno. (2014). Modul pengantar linguistik umum.

Yule, G. (1996). Pragmatik (I. F. Wahyuni, Penerj.). Pustaka Pelajar.

Published

11/28/2025

How to Cite

Ghafur, A., Alamsyah, T. ., Razali, & Taib, R. (2025). RAGAM TUTUR PENUTUR BAHASA ACEH SEBAGAI BAHASA KEDUA DI KECAMATAN BAITUSSALAM. Riksa Kriya: Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia Serta Pembelajaran, 1(2), 43–56. Retrieved from https://jurnal.hastakriya.org/index.php/riksakriya/article/view/114